Panitia: Olimpiade Tokyo Tidak Sempurna Namun Berakhir Tanpa Insiden Besar

By Nad

nusakini.com - Internasional - Presiden Panitia Penyelenggara Olimpiade Tokyo, Seiko Hashimoto, pada hari Minggu (8/8) menyatakan pertandingan-pertandingan dapat dilaksanakan tanpa kejadian yang besar dan menjadi sumber harapan bagi warga dunia karena menghadapi tantangan-tantangan virus corona.

Hashimoto mengatakan prioritas utama dalam penyelenggaraan adalah memastikan semua pertandingan dilakukan dengan aman karena langkah-langkah anti virus corona yang sudah ditentukan sebelumnya. Ia menahan dirinya untuk menyatakan ajang olahraga ini sukses sebelum Paralimpiade dilaksanakan.

Hashimoto juga mengatakan keputusan untuk melaksanakan sebagian besar mata acara Olimpiade tanpa penonton sebagai "disayangkan", namun hal ini perlu dilakukan karena Jepang masih kesulitan menahan penyebaran infeksi virus corona.

"Penilaian harus menunggu hingga semua acara Olimpiade dan Paralimpiade berakhir. Untuk saat ini, kami tidak bisa menyatakan Olimpiade 100 persen sukses," ucap Hashimoto dalam konferensi pers sebelum upacara penutupan dilakukan.

Pemerintah Jepang dan panitia penyelenggara menghadapi protes keras dari warga karena mereka takut pengadaan pertandingan akan memperparah penyebaran COVID-19. Panitia berusaha meyakinkan publik dengan berjanji untuk tegas mengimplementasi langkah-langkah anti virus corona.

Jumlah kasus COVID-19 yang berhubungan dengan Olimpiade sejak awal Juli adalah 430. Jumlah kasus harian di Tokyo bertambah lebih dari dua kali lipat dalam beberapa minggu terakhir, mencapai lebih dari 4.000 kasus dalam lima hari berturut-turut. Jumlah keseluruhan kasus di Jepang juga mencapai 1 juta pada hari Jumat (6/8).

Hashimoto mengatakan pihak-pihak yang relevan, termasuk pemerintah Jepang dan Komite Paralimpiade Internasional (IPC) akan membuat penilaian untuk memutuskan apakah penonton akan diizinkan masuk di lokasi pertandingan yang akan dimulai pada tanggal 24 Agustus.

Olimpiade Tokyo melihat hal-hal yang belum terjadi sebelumnya selama penyelenggaraannya. Pandemi ini membuat tontonan olahraga menjadi sangat "terdigitalisasi", menurut Hashimoto.

Para atlet harus menjalani screening test setiap hari dan para peraih medali harus menggunakan masker di atas podium.

Menurut panitia, 19 atlet melewatkan semua kompetisi Olimpiade karena terinfeksi COVID-19 atau menjadi kontak dekat dari seseorang yang dinyatakan positif.